% Arabica: Perjalanan Kopi Ikonik dari Kyoto ke Panggung Dunia
% Arabica, atau juga dikenal dengan logo uniknya % ΔRΔBICΔ, adalah jaringan kedai kopi spesialti internasional asal Jepang yang telah mendunia. Meskipun sering dikategorikan sebagai "restoran" dalam konteks penelusuran, inti bisnisnya berfokus pada pengalaman minum kopi berkualitas tinggi dalam https://nashcafetogo.com/ lingkungan yang didesain secara minimalis dan penuh gaya. Didirikan dengan filosofi sederhana untuk memungkinkan orang "melihat dunia melalui kopi," merek ini telah berkembang pesat sejak awal kemunculannya, memikat para pecinta kopi dengan estetika khas Jepang dan kualitas biji kopi pilihan.
Sejarah dan Filosofi Pendirian
Merek kopi ini didirikan oleh Kenneth Shoji, yang kisah inspirasinya dimulai setelah rumahnya di Prefektur Fukushima hancur akibat gempa bumi besar Tōhoku pada tahun 2011. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk mengevaluasi kembali hidupnya dan memutuskan untuk mengejar hasratnya terhadap kopi, desain, dan perjalanan. Untuk mendalami bisnis ini, ia bahkan membeli sebuah perkebunan kopi di Hawaii, memulai perusahaan perdagangan biji kopi hijau, dan menjadi distributor mesin sangrai Jepang serta mesin espresso Slayer kelas dunia.
Pada tahun 2013, Shoji membuka kafe % Arabica pertamanya di Hong Kong. Setahun kemudian, pada tahun 2014, toko utama global sekaligus kantor pusat perusahaan dibuka di distrik bersejarah Higashiyama, Kyoto, Jepang. Lokasi ikonik ini, sering kali didesain dengan arsitektur yang menghormati budaya lokal, menjadi fondasi bagi identitas merek yang kuat dan unik di pasar global.
Estetika Minimalis dan Pertumbuhan Global
Kedai kopi % Arabica dikenal luas karena fokusnya pada desain interior yang bersih dan minimalis, mencerminkan prinsip-prinsip estetika Jepang. Ruangan sering didominasi warna putih, garis-garis bersih, dan penggunaan elemen kayu alami, menciptakan suasana yang tenang dan terbuka. Setiap lokasi dirancang unik melalui kolaborasi dengan berbagai arsitek ternama, memastikan konsistensi merek sambil tetap mengintegrasikan sentuhan lokal dari negara tempatnya berada.
Dengan semboyan "See the World Through Coffee" (Melihat Dunia Melalui Kopi), merek ini telah berekspansi pesat secara global, sebagian besar melalui model waralaba. Hingga pertengahan 2025, % Arabica telah memiliki lebih dari 230 lokasi di berbagai negara, termasuk Indonesia (Bali), Cina, Inggris, Amerika Serikat, dan banyak lagi. Strategi ekspansi yang selektif ini, ditambah dengan kontrol kualitas yang ketat, telah membantu % Arabica menjadi merek kopi kultus yang sukses dan disegani di industri kopi spesialti.
Penawaran Kopi dan Inovasi
Menu % Arabica dirancang secara terfokus, menghindari kerumitan, dan menekankan kualitas biji kopi yang bersumber dari seluruh dunia, termasuk dari perkebunan milik mereka sendiri. Pelanggan dapat memilih antara house blend atau single origin, dengan opsi untuk membeli biji kopi yang baru disangrai di tempat. Merek ini juga dikenal menggunakan mesin espresso khusus buatan Seattle, yang memberikan kontrol lebih besar kepada barista untuk menyajikan minuman yang konsisten dan luar biasa.
Dalam upaya keberlanjutan, toko pertama mereka di Bali, Indonesia, menjadi lokasi percontohan yang tidak menggunakan gelas plastik, sebuah standar yang direncanakan akan diikuti oleh semua toko % Arabica di masa mendatang. Komitmen terhadap kualitas, desain yang khas, dan visi global menjadikan % Arabica lebih dari sekadar kedai kopi biasa, tetapi sebuah pengalaman gaya hidup yang terus berkembang.
